Perusahaan Umum Daerah

Kerthi Bali Santhi

Usadha Buduh dalam Pengobatan Tradisional Bali

Usada

Indonesia di kenal dengan keberagaman dan kesatuan budayanya yang memiliki kearifan lokal. Dalam kearifan lokal ini menjadikan sebuah alat Pengendalian diri untuk diri sendiri. Salah satunya manusia harus mampu menjaga kesehatan fisik untuk menjalani hidup dengan sehat dan bahagia. Kesehatan merupakan suatu keadaan sehat, baik secara fisik, spritual maupun sosial untuk menjalani hidup yang secara produktif maupun secara ekonomis. Dalam menjaga kesehatan fisik setiap daerah memiliki berbagai macam pengetahuan diantaranya obat-obatan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita dahulu, salah satunya di Bali.

Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Karena pengobatan tradisional Bali mengacu pada tradisi, pengalaman serta warisan turun-menurun oleh masyarakat Bali maupun nenek moyang dahulu. Dalam pengobatan ini umumnya dilakukan oleh pengusada atau balian yang mempunyai pengetahuan cukup tentang pengobatan tradisional. Pengetahuan tersebut di peroleh melalui kitab suci yang telah di wariskan oleh leluhur, salah satunya adalah naskah lontar, naskah lontar merupakan ilmu pengetahuan tentang pengobatan tradisional Bali. Sakit merupakan bagian dari kehidupan makhluk hidup dan akhir kehidupan adalah kematian. Manusia didalam kehidupannya dapat dipastikan akan pernah mengalami sakit disaat kondisi lemah. Ketika seseorang mengalami sakit akan melakukan berbagai usadha untuk penyembuhan melalui berbagai obat-obatan. Pada zaman yang sekarang dengan yang dulu jenis pengobatan masih di bilang berbeda dikarenakan perubahan zaman, dari sinilah para leluhur atau nenek moyang kita mencoba membuat ramuan dan obat-obatan dengan memanfaatkan alam sekitar dengan bahan yang alami seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan air.

Masyarakat Bali mengenal adanya lontar usadha, dikarenakan sebuah warisan oleh leluhur namun selain itu  usadha merupakan ilmu pengobatan tradisional Bali yang memiliki berbagai ajaran yang berkaitan dengan berbagai ucapan penyucian diri. Lontar sebagai sebuah alas tulis yang dipergunakan oleh nenek moyang kita dahulu dengan Aksara Bali sebagai alat tulisnya, pada lontar pengobatan tradisional ini dibagi menjadi dua golongan yakni golongan lontar usadha dan lontar tutur. Dalam lontar usadha bersihkan tentang cara mengobati segala jenis penyakit ,meramu obat. Sedangkan pada lontar tutur berisikan tentang ajaran aksara gaib atau wijaksana.  Usadha di bagi menjadi beberapa bagian tergantung pada jenis penyakitnya. Diantaranya Usadha buduh, usadha rare, usadha kucacar, usadha tuju,usadha pamugpugan, usadha manak, usadha paneseh, usadha dalem, usadha ila namun selain itu terdapat juga beragam usadha seperti usadha careken tingkeb, usadha tiwang, usadha kuranta bolong.

Berkaitan dengan hal itu Salah satunya tentang pengobatan usadha buduh (pengobatan penyakit gila). Usadha buduh adalah Orang yang terkena penyakit gila, penyakit gila tentu saja dapat disembuhkan secara medis, tetapi masih banyak orang yang tidak dapat disembuhkan secara medis saja,dalam hal ini penanganan secara tradisional sangat perlu di pertimbangkan. Dalam lontar usadha buduh terdapat beberapa jenis penyakit gila dengan ciri yang berbeda, namun setiap penyakit pada orang yang terkena gangguan jiwa tersebut terdapat pengobatannya. Berikut beberapa jenis penyakit gila berseta pengobatannya:

  1. Sakit gila dengan cara memaki-maki dukun

Pengobatanya yaitu melalui: daun pungut yang tumbuhnya bersama-sama mengapit dijalan masing-masing tiga helai, tiga helai daun lada dakep,tiga butir merica gundul, semua bahan dicampur dan disemburkan pada yang sakit. Setelah itu pijat jika sudah kelihatan penyakitnya tarik dan ambil cepat 3 kali. Salain itu perlu di lakukan pengobatan penyakit gila secara umum.

  1. Sakit gila dengan rasa ketakutan.

Pengobatanya yaitu melalui: akar kekara yang merah dan yang putih, namun kekara tersebut sudah berumur tahunan. Pada saat memetik jangan sampai kena bayangan kita, dan bawang adas, lalu diperasi jeruk, beningnya teteskan pada telinga dan hidung serta diminum, ampasnya dioleskan keseluruh tubuh penderita penyakit tersebut.

  1. Sakit gila dengan sembrono tidak menentu

Pengobatanya yait melalui: segala jamur yang tumbuh diatas batu, akar hawa beringin, tri ketuka, 7 iris bangle, mungsi, dan air cuka, air perasanya direbus, setelah itu beningnya teteskan pada telinga, hidung, dan mata, ampasanya dioleskan diseluruh badan, Mantra: Ong lara muksah tutur remut, 3 kali, anuduh kita manongosin, jadma manusa maluaran kita, tanpa mangan. Mulih kita maring panangkan kita rauh, sang bayu teka lara lunga waras.

  1. Sakit gila dengan ciri badan panas

Pengobatannya yaitu melalui: seleguri jantan betina, tapak liman, kulit akar kendal, pulasri, jinten hitam, bawang adas, sepet-sepet (merupakan jenis rempah-rempah lokal), lapisan lender pohon kendal, daun dapdap, dan beras merah, semua bahan digilas dan dibuat tum kemudian dikuskus sampai benar-benar masak, semua sudah siap dan matang tuangi air tebu hitam, yang telah dibakar, beningnya dipakai menetesi telinga, hidung, mata, dan di minum.

  1. Sakit gila dengan ciri galak kepada semua orang

Pengobatanya yaitu melalu: daun sirih tua temu ros, tiga biji ketumbar dan tiga biji mungsi, tiga iris kengkuas, kemudian teteskan pada bagian hidung dan telinga, ampas dari ramuan tersebut dioleskan keseluruh tubuh penderita penyakit tersebut.

  1. Orang gila dengan menyanyi-nyanyi dan menyebut nama dewa/tuhan

Pengobataanya yaitu melalui: kunir yang berwarna kemerahan, ketumbar, garam bercampur arang lalu digunakn untuk jamu, setelah itu teteskan pada bagian hidung dan mata, kemudian diminum dengan air kelapa muda dari jenis kelapa mulung.

  1. Orang gila dengan ciri menangis  siang malam dan meyebut nama seseorang

Pengobatanya yaitu melalui: putik kelapa mulung dan akar kepala mulung yang masih muda, biji pantat bawang merah, 2 biji adas, ketan hitam, lalu kemudian dicampur dan diminum.

  1. Orang gila dengan ciri yang suka tertawa dan melucu

Pengobatanya yaitu melalui: paria lempuyang, ketumbar, tri ketuka, air cuka, dicampur  dan diminum, lalu sebagai borehnya (kelor munggi, intaran bversama kulitnya, 9 pucuk daun liligundi, ramuan-ramuan umbi gadung, air cuka, tri ketuka) Mantra: Ong edan anama swaha waras.

Keberadaan usadha buduh (pengobatan penyakit gila) merupakan sebuah sumber pengetahuan yang mengandung nilai-nilai budaya, masyarakat percaya bahwa salah satu cara untuk mengobati sakit yang di akibatkan oleh ketidakseimbangan pada tubuh dengan menggunakan pengobatan usadha yang berbasis kearifan lokal ini. mampu memberikan manfaat menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan. Dengan pengobatan tradisional ini masayarakat dapat mengetahui tentang beraneka ragam informasi mengenai kegunaan dan tata cara pemakaian dari masing-masing tumbuhan yang berpotensi untuk obat dan ikut melestarikannya.

Sumber: Usadha Buduh dalam Pengobatan Tradisional Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *