Perusahaan Umum Daerah

Kerthi Bali Santhi

Menelisik Sejarah dan Keindahan Pura Agung Jagatnatha

pura-agung-jagatnatha

Pura Agung Jagatnatha, sebuah kompleks pura yang menakjubkan, mempesona dengan keindahan arsitekturnya, dan menggugah rasa spiritual. Terletak di pusat kota Denpasar, Bali, pura ini bukan hanya menjadi pusat ibadah masyarakat Hindu setempat, tetapi juga sebuah saksi bisu dari sejarah panjang dan keunikan budaya Bali. Dalam artikel ini, kita akan menelisik sejarah serta keindahan yang dimiliki oleh Pura Agung Jagatnatha.

Dibangun pada tahun 1953, sebagai pura penyungsungan jagat. Banyaknya para pendatang di kota ini mendorong untuk dibangunnya Pura Jagatnatha, penduduk rantau yang tidak sempat bersembahyang di kampung halamanya pada saat perayaan upacara agama, bisa bersembahyang di tempat suci ini, dibuka 24 jam, sehingga umat bisa bersembahyang sewaktu-waktu, hari-hari yang sering dipenuhi umat Hindu bersembahyang adalah saat Purnama (bulan penuh) dan Tilem (bulan mati), begitu juga saat Hari Raya Saraswati, Kuningan, Galungan, Siwaratri, dan berbagai hari penting lainnya.

Pura Agung Jagatnatha mempesona setiap mata yang melihatnya dengan arsitektur yang khas dan megah. Pintu gerbang utama pura, atau disebut dengan “Candi Bentar”, menjadi ciri khas yang mencolok. Dua pintu yang tegak berdiri saling berhadapan, melambangkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan.

Pura ini juga dikelilingi oleh tembok tinggi yang dihiasi dengan ukiran-ukiran halus yang menggambarkan kisah-kisah dari kitab-kitab suci Hindu. Struktur utama pura, atau “Meru”, merupakan tumpukan atap bertingkat yang menarik, melambangkan gunung suci di alam semesta Hindu.

Di sekeliling dinding terukir relief pada bangunan Pura Jagatnatha Denpasar, berisi tentang cerita Bharatayuda dan Ramayana. Tempatmya sendiri berada di Jalan Mayor Wisnu sebelah Utara museum Bali atau di seberang lapangan puputan Badung, tempat taman rekreasi pusat kota, dijadikan sebagai tempat bersantai terutama bagi keluarga serta anak-anak warga kota.

Umat bersembahyang sebagai ucapan syukur serta terima kasih telah terciptanya alam semesta beserta segala isinya. Jika Anda wisatawan tentu tempat ini menjadi tempat menarik, unik serta menyajikan suasana damai di tengah-tengah kota yang penuh aktifitas. Letaknya bersebelahan dengan objek wisata Museum Bali yang juga menyugukan nuansa tenang.

Selain sebagai tempat ibadah, Pura Agung Jagatnatha juga menjadi pusat kegiatan budaya dan pendidikan. Sekolah-sekolah agama Hindu sering mengadakan kegiatan belajar mengajar di sekitar pura ini, memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan budaya Bali tetap terjaga dan diteruskan kepada generasi muda.

Untuk menuju ke Pura Agung Jagatnatha memerlukan jarak tempuh dari Bandara sekitar 35 menit berkendaraan. Tempat ibadah ini sendiri merupakan salah satu yang terbesar di pusat kota, letak strategis, mudah dijangkau dari tempat manapun di kawasan ini. Tempat parkir mobil maupun sepeda motor cukup luas dengan menggunakan badan jalan di depan pura. Selain sebagai tempat tujuan bersembahyangan bagi umat Hindu menjadi salah satu objek wisata di Bali di tengah kota, sering dikunjungi wisatawan saat ikut city tour.

Wisatawan juga terlihat antusias untuk melihat serta menyaksikan Pura Agung Jagatnatha, dirancang dengan berbagai keindahan, ornamen seni serta ukiran-ukiran artistik, terlihat dibeberapa bangunan, sehingga menjadi agenda wisata saat perjalanan tour di dalam kota. Satu pelinggih paling besar adalah Padmasana, posisinya menghadap ke Barat, bentuknya menjulang tinggi bertingkat-tingkat sebagai stana Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Pelestarian Pura Agung Jagatnatha tidak hanya menjadi tanggung jawab umat Hindu Bali, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari warisan budaya dunia. Keindahan arsitektur dan makna spiritual yang terkandung di dalamnya membuat pura ini menjadi bagian integral dari identitas Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *